Mengenali Stres | Mengelola Stres | Mengatasi Stres
Being a Widow? Who is afraid of it? | All About Stress.com stress, stres, about stress, mengenali stres, mengatasi stres, mengelola stres, stress relief, stress reduction, stress management
Informasi untuk mengenali, mengelola dan mengatasi stres dengan baik
March 21st, 2008 at 2:46 am
Posted By: webmaster
Posted in: Indonesian Articles

Menjanda Menimbulkan Stres?Keep fighting widows! Life is beautiful…” inilah motto yang harus diteriakkan di kalangan wanita yang menjanda, baik karena ditinggal mati oleh suami ataupun yang diceraikan oleh suami. Ada beragam hal yang dapat membuat kita sedih dan stres, namun ada banyak pula hal yang dapat membuat kehidupan ini terlihat lebih bahagia. Kalau saja semua orang dapat melihat dunia ini dari sisi yang positif maka kebahagiaanpun akan datang dengan sendirinya. Demikian pula dengan para wanita yang menjanda, terdapat beragam jenis hal yang berasal dari sumber berbeda-beda yang menimbulkan stres bagi mereka dan terdapat berbagai hal pula yang dapat membawa kebahagiaan bagi mereka.

Stres adalah reaksi tubuh terhadap kejadian atau kondisi yang dapat menimbulkan respon stres. Respon stres seringkali berupa sistem tubuh yang lelah bahkan bisa membawa malfungsi tubuh dan penyakit. Namun, stres juga dapat berarti ketegangan, tekanan, atau paksaan yang diterima oleh sistem tubuh. Hal ini seringkali dialami oleh semua orang termasuk juga oleh para Janda.

Terdapat beberapa tipe Janda, namun artikel kali ini lebih membahas mengenai stres, sumber stres, dan strategi menanggulangi stres dari tipe  Janda muda yang  menjanda karena diceraikan suami dan tipe Janda muda yang ditinggal mati oleh suaminya.

Dewasa ini, hal negatif yang seringkali dialami oleh para Janda antara lain kesulitan perekonomian, mengurus hak asuh anak (bila memiliki anak), dan Gosip. Kesemua hal ini tidak jarang membawa pengaruh yang buruk bagi kondisi fisik maupun mental para Janda. Lebih jauh lagi, jika hal-hal negatif ini tak dapat dikontrol oleh para Janda maka terkadang muncul stres yang berlebihan dan respon stres yang dapat membawa maut bagi orang yang menerimanya.

Seandainya para Janda dapat mengatur stres tersebut menjadi optimal, maka mereka tidak perlu mengalami depresi yang berlebihan. Oleh sebab itu, mari kita bantu mereka dengan memberikan beberapa tips/pemahaman untuk dapat mengoptimalkan stres mereka dan menjadi seorang Janda yang produktif, mandiri, dan yang BERBAHAGIA.

Manusia manakah di dunia ini yang mau hidup menderita? Tentunya semua orang ingin hidup bahagia sepanjang hidupnya. Tapi manusia tidak pernah bisa seutuhnya lepas dari penderitaan karena sudah kodratnya ia hidup dalam dunia yang penuh dosa dan kesengsaraan. Tapi Tuhan tidak mau membiarkan manusia tinggal dalam  dunia yang jahat ini tanpa memiliki kekuasaan untuk memilih. Oleh sebab itu, dalam menghadapi kesengsaraan dan kesusahan dunia ini, manusiapun memiliki pilihan apakah ia ingin tenggelam dan berlarut-larut dalam kesedihannya ataukah ia menerima keadaan tersebut dan menanggulanginya secara optimal dengan kegembiraan yang dianugerahkan Tuhan padanya.

Menikah dengan orang yang paling dikasihi, memiliki suami yang pekerjaannya menjanjikan, dan memiliki buah hati dari orang yang kita cintai membuat seorang insan manusia merasa ia adalah manusia paling bahagia di dunia ini. Tapi bagaimana perasaan kita jika tiba-tiba kesemua hal yang pernah kita alami ini hilang tiba-tiba? Bagaimana perasaan kita ketika mengalami kesemua hal ini: kehilangan orang yang kita cintai apakah itu karena dia selingkuh atau meninggal, terjepit dalam kondisi perekonomian keluarga yang krisis karena suami tidak ada, sementara kita tidak punya pekerjaan sendiri, dan anak yang sangat amat kita kasihi merasa tidak nyaman dirumah dan lebih memilih untuk berada di luar rumah bersama teman-temannya?

Kesemua hal inilah yang dialami oleh kebanyakan para Janda di seantero Indonesia, sehingga tidaklah heran jika kita membaca berita-berita di Koran yang meliput mengenai beberapa Janda yang bunuh diri karena beragam stres yang dialaminya. Mereka STRES dan DEPRESI karena tidak tahu bagaimana cara mengatur keadaan dan beradaptasi dengan kondisi yang tak terduga itu. Sekarang siapa yang harus disalahkan atas semua kejadian tersebut? Apakah  keadaan yang membuat suami dari Ibu Janda ini selingkuh atau meninggal, ataukah pemerintah yang  tidak bisa menekan krisis ekonomi dan menghentikan resesi perekonomian di Indonesia? Tidak keduanya.  Apakah kesemua hal buruk ini harus terjadi jika seandainya para Janda memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana menanggulangi stresnya? Marilah kita renungkan bersama dan pikirkan serta rasakan bagaimana perasaan para Janda ini dalam menghadapi masalahnya.

Untuk dapat mengerti apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh para Janda, marilah kita bersama-sama mempelajari stres yang dialami oleh para Janda serta solusi/cara menanggulangi masalahnya tersebut. Stres yang dihadapi oleh para Janda dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain stres yang berasal dari psikososial (lingkungan) maupun stres yang berasal dari faktor pribadi. Namun faktor yang paling banyak memberikan kontribusi penyebab stres pada Janda adalah faktor psikososial.

Faktor psikososial menjelaskan bagaimana stres dapat dipicu oleh interaksi yang kompleks antara persepsi dan sosialisasi. Ada beberapa proses psikososial yang berkaitan erat dengan stres seperti Adaptasi, Frustasi, Overload, dan Deprivasi. Kesemua hal inilah yang dialami oleh para Janda, oleh sebab itu kita akan membahasnya satu-persatu.

GOSIP adalah salah satu jenis penyebab stres yang merupakan contoh prejudice dari proses psikososial Frustasi. Gosip merupakan hal yang kecil namun membawa dampak buruk bagi subjek gosip tersebut. Gunjingan-gunjingan seperti “ehh tau ga, ibu Janda tetangga sebelah kan kerja sebagai kupu-kupu malam lho karena dia cuma keluar rumah di malam hari” atau “eh, jangan-jangan ibu Janda sebelah ditinggal suaminya karena ga bener ngurusin rumah atau ga bisa melayani suami kali” terdengar sangat menyakitkan hati. Komentar yang dilontarkan semata-mata hanya didasarkan atas perkiraan dan pikiran buruk seorang manusia yang tidak tahu detail yang sesungguhnya. Belum lagi jika gosip tersebut bertambah seru rasanya karena ditambahi ‘bumbu-bumbu’ penyedap seiring dengan meningkatnya jumlah biang gosip yang ada. Julukan-julukan “kupu-kupu malam” atau “Janda hitam” menjadi makanan sehari-hari para Janda yang terpaksa harus sibuk bekerja hingga larut malam atau mengambil kuliah program extension di malam hari.

Sebagai contoh, seorang janda yang kuliah dimalam hari demi menambah keahlian dan perluasan wawasan agar mendapat pekerjaan yang lebih layak untuk menghidupi anak-anaknya dan kerja siang hari dirumah sebagai penulis buku/novel dan interpreter bahasa yang dikontrak oleh perusahan-perusahaan asing pernah dijuluki si “kupu-kupu malam”. Tak mengherankan jika si Janda yang menjadi subjek pembicaraan ini merasa stres dan tak jarang disertai dengan rasa frustasi dan kecewa yang dapat ditandai dengan menurunnya kondisi fisik seperti imunitas tubuh yang lemah terhadap penyakit.

Status sosial yang dilabelkan oleh lingkungan pada para Janda juga menimbulkan stres yang baru. Masih dalam ruang lingkup stres yang disebabkan oleh proses psikososial Frustasi, status sosial mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung, kepada reaksi lingkungan terhadap para Janda dan reaksi para Janda terhadap lingkungannya. Seorang Janda yang sudah tidak memiliki lagi suami merasa harus sangat berhati-hati menjaga sikapnya dalam berhubungan dengan para tetangganya atau teman-temannya, terutama para suami-suami dari tetangganya atau teman-teman kantornya. Tuduhan seperti ingin merebut suami orang atau Janda genit sangat sensitif bagi para Janda yang memang terlibat aktif dalam berkomunikasi (di profesi apapun itu) dengan lawan jenisnya apalagi lawan jenisnya yang sudah menikah. Misalnya, ketika seorang atasan/rekan kerja pria menawarkan bantuan tumpangan gratis bagi seorang Janda karena kasihan (yang merupakan itikad baik tentunya), maka serta-merta sang isteri dari ‘pahlawan’ tersebut salah sangka dan mengira bahwa si ibu Jandalah yang menggoda suaminya karena kebetulan ibu Janda itu cantik dan mau memanfaatkan kekayaan si ‘pahlawan’ untuk mengurangi bebannya. Sehingga yang terjadi setelahnya adalah si Ibu Janda ini selalu menghindar dari rekan kerjanya dan meminta tolong orang lain untuk menyelesaikan masalah ini dan menjelaskan persoalan yang sebenarnya kepada si isteri tersebut. Tak jarang seorang Janda akhirnya didiskriminasi karena status sosialnya tersebut.

Memikirkan perekonomian keluarga seperti mencari pekerjaan demi mendapat penghasilan untuk membiayai keluarga, sekaligus mengurus dan membimbing anak memerlukan pemikiran dan usaha yang besar. Adaptasi dari profesi seorang Ibu Rumah tangga biasa yang umumnya hanya mengurus rumah dan anak-anak, kepada keadaan dimana ia kini juga harus mencari uang untuk  menghidupi keluarganya, menambah beban seorang Ibu yang biasa (yang bukan wanita pekerja). Hal ini selain berat untuk dikerjakan juga dapat membuat Ibu Janda tersebut menjadi

Overload alias tidak mampu untuk memenuhi stimulasi atau tuntutan lingkungan karena berada di luar jangkauan kapasitasnya. Tanggungjawab sebagai seorang pekerja sekaligus seorang Ibu bagi anak-anaknya, tidak adanya dukungan, dan harapan yang berlebihan dari anak-anak serta teman sekerja dapat membuat seorang Ibu Janda Overload. Dalam beradaptasi itu tentu harus ada proses yang terjadi dan perlu beberapa waktu untuk melewati tahapan proses tersebut. Tapi bagaimana jika tidak ada cukup waktu bagi seorang Janda untuk beradaptasi? Apa yang akan terjadi setelahnya? Bagaimana dengan seorang Janda yang tidak pernah bekerja sebelumnya dan tidak memiliki keahlian apapun untuk bekerja sementara disaat yang sama anak-anaknya diharuskan membayar uang sekolah karena batas waktu pembayaran sudah lewat? Tentu stres akan datang menemani Janda tersebut. Dan jika stres ini tidak ditanggulangi dengan serius maka akan mendatangkan rasa putus asa yang berlebihan dan sering berakhir dengan cerita yang menyedihkan. 

Kesepian adalah suatu deprivasi emosional yang merupakan salah satu contoh dari stres yang disebabkan oleh faktor psikososial Deprivasi, dan biasanya muncul bersamaan dengan perasaan jemu atau kebosanan karena rutinitas yang sama tiap harinya. Kehilangan suami yang dicintai, perasaan ketidakbahagiaan, dan kurangnya rasa cinta yang diterima dapat menyebabkan stres yang diakhiri dengan masalah kesehatan yang serius. Perasaan inilah yang seringkali menghantui para Janda dan menyebabkan sebagian besar para Janda merasa tidak bahagia dan dijangkiti penyakit berbahaya seperti kanker, jantung, dan kecelakaan mobil. 
Kesemua hal inilah yang sering dialami oleh para Janda dan harus ditanggulangi dengan serius demi kebaikan dan kebahagiaan mereka. Oleh sebab itu selanjutnya yang akan dibahas berikut ini menyangkut strategi menanggulangi keadaan yang sulit, membuat usaha untuk menyelesaikan masalah kehidupan, dan mencari suatu cara untuk mengurangi stres yang sering disebut dengan coping strategies.

Terdapat dua klasifikasi besar dari teknik coping, yaitu problem-directed dan emotion-focused. Teknik coping problem-focused dapat berupa usaha untuk melakukan sesuatu yang konstruktif tentang situasi yang membuat stres, sedangkan teknik coping emotion-focused dapat berupa usaha untuk meregulasi konsekuensi emosional dari situasi yang dapat membuat stres. Coping yang bersifat konfrontasi, mencari dukungan sosial, dan penyelesaian masalah yang terencana termasuk kedalam kelompok teknik coping yang berfokus pada penyelesaian masalah.

Selain itu masih terdapat lima teknik coping lainnya yang berfokus pada emosi yaitu kontrol diri, menjaga jarak dengan masalah, peninjauan ulang masalah, menerima tanggung jawab,dan menghindar dari masalah.

Untuk menghadapi para tetangga yang suka bikin “infotainment” tersendiri mengenai kita yang menjanda, maka kita para Janda memiliki banyak pilihan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Dengan menggunakan teknik coping yang bersifat konfrontasi dan dapat diwujudkan dalam bentuk silaturahmi atau sekedar minum kopi bareng bersama para tetangga, maka kita secara langsung dapat meniadakan gosip tersebut dengan menceritakan kegiatan  sehari-hari kita sehingga mereka dapat mengerti dan menghilangkan prasangka mereka terhadap kita. Binalah hubungan yang baik dengan para tetangga seperti memohon doa restu untuk membuka usaha baru atau agar lulus kuliah ekstension malam hari dengan cepat dan membantu RT setempat atau orang yang sedang ditimpa kesusahan. Karena kita juga perlu bersosialisasi dengan lingkungan kita dan meninggalkan sejenak beban pekerjaan kita.

Atau jika teknik coping ini tak mempan juga, maka jurus terakhir yang bisa kita lancarkan adalah dengan menggunakan teknik coping yang berfokus pada emosi yaitu seperti apa yang dibilang oleh Pak Gus Dur “so what?EGP (emang gue pikirin)”. Selama yang anda lakukan itu benar dan baik adanya (menurut norma agama dan norma yang ada di masyarakat), anda tidak perlu pusing-pusing memikirkan pendapat orang lain terhadap anda. Insya Allah dengan menggunakan teknik ini dijamin hasilnya mujarab dan stres anda menghilang dengan sendirinya. 

Menjaga jarak dengan para pria yang sudah beristri dan menjaga penampilan yang sewajarnya merupakan teknik koping tipe emotion-focused.  Dengan menjaga jarak anda dengan pria yang sudah beristri, dan berdandan sewajarnya tanpa menggunakan pakaian seksi, akan mengecilkan kemungkinan anda merasa kuatir akan dituduh yang macam-macam oleh lingkungan yang menyorot status sosial anda yang menjanda. Jika anda sudah didiskriminasi  oleh para tetangga dan teman sekerja anda, anda dapat mencari dukungan sosial yang dapat memberikan saran dan dorongan semangat pada anda yang tentunya akan memberikan energi positif pada anda.

Selain itu, terimalah keadaan anda yang sekarang dan carilah hal-hal positif yang bisa anda syukuri setelah menjadi seorang Janda. Tuliskan hal-hal positif tersebut pada kertas, pikirkan dan syukurilah. Fokuslah pada hal-hal yang sudah anda miliki, bukan pada apa yang tidak anda miliki. Niscaya, anda akan merasa sangat bahagia menjadi diri anda yang sekarang.

Terimalah kenyataan dan tanggung jawab anda sebagai seorang Ibu yang bekerja layaknya seorang ayah dalam rumah tangga. Tinjau ulang kembali semua pekerjaan anda, lalu pikirkanlah pekerjaan mana yang membuat anda merasa Overload. Tinggalkan pekerjaan tsb dan carilah pekerjaan lain yang bisa anda control dan berada didalam jangkauan kemampuan anda. Jika anda mengalami stres yang diakibatkan oleh adaptasi dan berada di bawah tekanan perekonomian sementara anda tidak memiliki pekerjaan apapun atau tidak memiliki keahlian bekerja, maka segera hadapi kenyataan itu! Lakukanlah sesuatu dengan masalah itu, bicarakan baik-baik dengan orang yang mendesak kita untuk membayar hutang, lalu mintalah beberapa waktu lagi untuk melunasi semua tunggakan yang ada, atau jika tidak usahakanlah untuk mencari pinjaman uang untuk membayarnya. Sementara itu anda bisa mencari tambahan kursus lain atau mengambil program extension kuliah untuk menambah keahlian anda demi mendapat pekerjaan yang lebih menjanjikan dan dengan begitu anda dapat membayar hutang-hutang anda.

Beberapa dari para Janda di Indonesia menggunakan teknik coping emotion-focused yang lari dari kenyataan dan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Dibanding dengan menggunakan teknik coping ini, ada baiknya jika anda lebih menggunakan teknik coping yang bersifat konfrontasi dan penyelesaian masalah yang terencana dari kelompok problem-directed sekaligus menggunakan teknik peninjauan kembali dan menerima tanggung jawab anda dari kelompok coping emotion-focused.

Dalam mengatasi kedua masalah adaptasi dan overload, anda bisa sesekali berolahraga dan berelaksasi yang dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular anda, meningkatkan ketahanan/sistem imun anda, menguatkan otot-otot anda, membantu untuk mengontrol tingkat hipertensi dan kolesterol anda, meningkatkan tingkat toleransi anda terhadap stres, dan otomatis semua respon stres anda akan berkurang.

Satu-satunya obat jitu untuk menghilangkan rasa kesepian yang anda alami adalah dengan mencari dukungan social. Sering-seringlah menghabiskan waktu bersama teman terdekat anda, bercengkrama dan membicarakan hal yang paling ingin anda dengar dari mereka. Berpartisipasilah dalam acara sharing para Janda di suatu acara, dengan begitu anda memperoleh dorongan semangat karena mengetahui bahwa semua Janda memiliki tiga atau lebih masalah yang sama dengan anda. Dan dengan adanya acara sharing seperti ini anda mendapat lebih banyak lagi kiat-kiat untuk mengatasi stres anda.

Atau lakukan hobi anda dikala anda merasa kesepian. Tontonlah acara komedi yang lucu, nyanyikanlah lagu favorit anda, dan lakukanlah semua hal yang menyenangkan anda. Dengan tertawa, anda akan dapat mengurangi stres dan mengalami sedikit kelegaan.

Selain sumber stres yang dipaparkan di atas masih banyak sumber stres lain yang dialami oleh Janda yang tidak sempat dimuat dalam artikel ini, namun masih banyak pula cara-cara lain untuk menanggulangi stres tersebut. Berikut ini akan diulas sedikit mengenai rahasia kehidupan yang sangat penting bagi anda dari buku The Secret dan dapat mengurangi kekuatiran dan ketakutan anda dalam hidup ini.

Semoga anda bisa menanggulangi stres anda dengan cara ini.
Kita semua pasti memiliki hal yang kita inginkan bukan? Oleh sebab itu kita memiliki cita-cita yang ingin kita capai dalam hidup ini. Bagaimana caranya agar cita-cita tersebut tercapai? Luangkanlah waktu anda setiap hari beberapa menit untuk selalu membayangkan hal-hal apa saja yang anda inginkan, visualisasikan keinginan anda, rasakanlah perasaan bahagia seakan-akan anda sudah memilikinya dan bersyukurlah tiap kali anda selesai melakukan ritual tersebut. Berfokuslah pada apa yang anda inginkan maka Alam Semesta akan mewujudkan keinginan anda menjadi kenyataan. Keinginan anda adalah perintah bagi Alam Semesta. Tugas anda hanyalah meminta apa yang anda inginkan, anda tidak perlu tahu bagaimana keinginan anda akan terwujud karena itu adalah tugas Alam Semesta. Satu hal yang perlu anda ketahui bahwa jika anda memancarkan getaran yang positif maka Alam Semesta akan memberikan anda getaran positif yang lebih banyak lagi, tapi jika anda memancarkan getaran negative seperti rasa cemas dan takut maka anda akan mendapatkan getaran negative yang labih banyak lagi. Jadi jika anda memiliki masalah keuangan, fokuslah pada apa yang anda inginkan. Bayangkanlah kegiatan apa yang akan anda lakukan ketika anda sudah menjadi kaya dan rasakah perasaan bahagia seolah-olah anda sekarang sudah kaya, maka kekayaanlah yang akan datang pada anda. Sebaliknya, jika anda tetap berfokus pada keraguan bahwa saya tidak mungkin bisa menjadi kaya maka anda akan tetap terus berada di dalam kesulitan keuangan anda.

Ingat, keinginan anda dan hal yang paling banyak menerima focus perhatian dan energi andalah yang akan direspon oleh Alam Semesta! Hilangkanlah semua keraguan yang ada dan katakanlah pada diri anda bahwa anda sekarang sedang dalam proses untuk menjadi kaya, dan tetap focus pada kekayaan maka anda akan menjadi kaya. Rahasia ini bisa diterapkan dalam bidang keuangan, kesehatan, hubungan percintaan, maupun kebahagiaan dalam hidup.  Jadi hidup itu indah bukan?

Sekarang kita sudah memiliki rahasia ini dan jika kita dapat memahaminya dan menerapkannya dalam hidup ini maka segala keindahan hidup anda akan datang dengan segeranya. Jadi jangan pernah menyerah para Janda! Teruslah berjuang, karena hidup ini indah adanya seperti yang tersurat dalam lagu yang dilantunkan oleh Louis Armstrong “I see sky are blue and clouds white, the bright blessed day, the dark say goodnight and I think to myself, what a wonderful world…..
 
By Carolina Lamria Manik 





Dapatkan Tips Seputar Masalah Stres! Masukanlah Nama dan Alamat Email Anda! Kami Akan Mengirimkannya Kepada Anda. Gratis!

:
:

Powered by GetResponse email marketing software

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment