Posted in: Indonesian Articles
Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan stres yang terjadi pada para fresh graduate yang belum mendapatkan pekerjaan bahkan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Tetapi sebelum itu, akan lebih baik jika kita berkenalan terlebih dahulu dengan apa yang dimaksud dengan stres, apa saja reaksi dan gejalanya, sumber-sumber yang dapat menimbulkan stres,sehingga strategi yang dapat kita gunakan untuk menangani stress
Stres…?
Stres, kacau, makan ati, merupakan hal yang sangat sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut juga sangat sering kita dengar sebagai gambaran perasaan dari pengalaman pribadi seseorang yang mengekspresikan keadaan tertekan atau terancam. Tekanan dapat datang dari berbagai arah dengan cara, waktu dan keadaan yang berbeda-beda pada setiap orang.
Pengertian dari stres itu sendiri menurut E. P Gintings adalah reaksi tubuh manusia kepada setiap tuntutan yang dialami oleh seseorang dalam hal sebagai berikut:
- Keletihan dan kelelahan akibat kehidupan
- Suatu keadaan yang dinyatakan oleh suatu sindroma khusus dari peristiwa biologis dan bisa menyenangkan maupun tidak menyenangkan.
- Mobilisasi pembelaan tubuh yang memungkinkan adaptasi terhadap peristiwa kekerasan atau ancaman
- Terganggunya mekanisme keseimbangan dalam diri seseorang yaitu “keseimbangan dalam” dan “keseimbangan luar” yang sifatnya fisik, sosial, mental dan spiritual oleh karena perubahan yang mendadak yang sifatnya tidak menyenangkan maupun menyenangkan.
- Mengecilnya potemsi seseorang karena adanya luka-luka perasaan, beban berat dan kenutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam diri seseorang.
Dengan kata lain, stres merupakan ungkapan reaksi tubuh dari suatu keadaan dan tuntutan yang dialami olehnya, dan juga merupakan suatu pembelaan dari keadaan yang menekan tersebut. Pembelaan tersebut dapat mendorong adanya proses adaptasi pada manusia sehingga manusia dapat lebih menyesuaikan diri pada peristiwa-peristiwa atau keadaan-keadaan yang mengancam.
Hal lain yang perlu kita ketahui adalah pada saat stres manusia tidak dapat berpikir dengan jernih kerena pikiran manusia saat itu terbagi antara pikiran yang layak dan ia inginkan dengan pikiran yang merusak (E.P Gintings, 1999). Karena itu kita perlu melakukan suatu hal untuk mengatasi dan mencegah stres sehingga dapat membuat kita terbebas dari keadaan semacam itu.
Pertama-tama kita harus dapat mengenali respon stres yang terjadi pada diri kita agar kita dapat mengetahui dan yakin bahwa kita memang sedang terancam stres. Kemudian kita harus dapat mengenali sumber-sumber penyebab stres. Barulah setelah itu kita mencari dan mengembangkan strategi untuk mengatasi stres. Selain ketiga hal tersebut, hal lain yang juga sangat penting untuk kita lakukan adalah menerapkan ketiga hal tersebut pada kehidupan sehari-hari kita.
Kenali reaksi stres pada diri…
Cara kita bereaksi pada stres bermacam-macam tergantung pada kepribadian, pengalaman, masa kecil, dan cara hidup kita masing-masing (Cary Cooper&Alison Straw, 1995). Reaksi stres pada diri kita dapat terlihat dari perubahan fisik maupun tingkah laku. Rekasi-reaksi yang mungkin timbul dalam fisik seseorang diantaranya adalah; nafas memburu, mulut dan keongkongan kering, tangan lembab, merasa panas, otot-otot tegang, pencernaan,mencret-mencret, sembelit, letih yang tak beralasan, sakit kepala, salah urat, gelisah, dan lain-lain. Sedangkan reaksi stres yang berupa tingkah laku diantaranya adalah; bingung, cemas, sedih, jengkel, salah paham, tak berdaya, gelisah, gagal, kehilangan semangat, hilangnya kreatifitas, tidak bergairah, tidak berminat pada orang lain, kesulitan dalam berkonsentrasi, serta kesulitan berpikir jernih dan membuat keputusan.
Pada topik kali ini yaitu stres yang terjadi pada para fresh graduate yang belum mendapatkan pekerjaan, lebih mudah dan sering terlihat reaksi stres yang berupa tingkah laku. Sebagai contoh, tingkah laku jengkel, sedih, dan bingung karena pada dasarnya mereka telah menyelesaikan kuliah dan memiliki kekampuan serta pengetahuan dalam bidang tertentu, namun kemampuan tersebut tidak dapat digunakan karena belum juga mendapat pekerjaan. Selain itu tingkah laku gelisah dan cemas juga sering terlihat menyelimuti mereka yang mungkin dikarenakan teman-teman seangkatannya sudah banyak yang mendapatkan pekerjaan tetapi hal tersebut belum terjadi pada dirinya. Karena adanya reaksi-reaksi stres yang sebelumnya, tingkah laku yang menunjukan sulitnya berkonsentrasi dan berkreatifitas juga sering terjadi pada para fresh graduate yang belum mendapatkan pekerjaan. Mereka juga sering terlihat salah paham, sulit berpikir jernih pada saat terdapat orang yang berbicara padanya yang mungkin hanya sekedar memberikan semangat ataupun nasihat, namun dirasakannya sebagai sebuah ejekan atau sindiran. Hal tersebut membuat tidak berminat bertemu orang lain mungkin karena mereka merasa malu dan malas menjawab peretanyaan-pertanyaan yang sangat mungkin dilontarkan pada mereka seputar dengan pekerjaan dan akan semakin menambah rasa kekecewaan dan kegagalan yang mereka rasakan. Karena adanya rekasi-reaksi yang lainnya, membuat para fresh graduate tersebut merasa tidak berdaya menghadapi segala tuntutan yang ada.
Sedangkan reaksi stres yang terjadi pada fisik para fresh graduate yang belum mendapatkan pekerjaan lebih sulit terlihat karena adanya keadaan dan ketahanan fisik seseorang yang berbeda-beda. Sangat penting bagi kita untuk dapat mengatahui berbagai reaksi dan gejala stres yang terjadi pada diri kita, karena dengan mengetahui dan mengenali hal tersebut kita dapat mengukur kedalaman masalah yang terjadi pada diri serta mengembangkan strategi positif untuk mengatasinya.
Kenali pula sumber stres yang ada…
Di dalam kehidupan kita harus membiasakan dan menyesuaikan diri dengan segala perubahan dan tekanan-tekanan yang ada dan terjadi berulang-ulang karena kejadian-kejadian itulah yang menjadi sumber kepuasan dan stres pada hidup kita (Cary Cooper&Alison Straw, 1995). Dengan adanya hal tersebut maka kita harus dapat menyesuaikan diri sehingga dapat terhindar dari stres.
Segala reaksi stres yang timbul sangat berpengaruh pada individu seseorang, karena itu cara untuk mengatsi stres juga hasus dimulai dari individu itu sendiri. Hal pertama yang perlu dilakukan seseorang sebagai seorang individu adalah dengan mengenali sumber-sumber stres yang ada dalam hidupnya.
Pada topik kali ini, masa transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja dapat menciptakan kesulitan-kesulitan serius dan dapat menjadi sumber stres bagi para fresh graduate yang sedang mengalaminya. Pada masa ini disatu sisi anak-anak muda sedang berusaha membuktikan dari mereka sebagai orang yang dewasa dan ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain, namun pada saat yang bersamaan membutuhkan penghargaan psikologis ketentraman masa kanak-kanak seperti dalam bentuk pujian, promosi, penambahan gaji, serta anggung jawab yang lebih besar (Cary Cooper&Alison Straw, 1995). Jika hal-hal tersebut tidak muncul, maka sangat mungkin menimbulkan berbagai kesulitan dan stres seperti yang dialami para fresh graduate yang belum mendapatkan pekerjaan.
Berbeda dengan pengangguran lainnya yang memang tidak senyelesaikan sekolah mereka, tekanan yang terjadi pada para fresh graduate bisa jadi lebih besar karena pada dasarnya mereka mereka berhasil menyelesaikan sekolah mereka hingga tingkat lanjut. Keberhasilan mereka tersebut sudah pasti diiringi dengan kemampuan dan potensi yang mereka harapkan dapat menjadi dasar dan ‘senjata’ untuk mendapatkan pakerjaan yang layak, namun ternyata malah menjadi tekanan dan sumber stres tersendiri. Hal tersebut dikarenakan dengan memiliki potensi tersebutpun mereka tetap kesulitan mendapatkan pekerjaan. Tekanan lainnya yang timbul juga berasal dari perasaan sia-sia karena mereka telah mempertaruhkan uang yang cukup banyak serta waktu yang cukup lama untuk berjuang yaitu kurang lebih lebih 4 tahun untuk menyelesaikam kuliahnya, namun setelah berhasil mereka tetap merasa kesulitan. Keluarga yang terus menuntut mereka untuk segera bekerja juga menjadi salah satu tekanan, bahkan teman-teman seangkatannya yang telah banyak bekerja juga menjadi tekanan tersendiri hingga membuatnya merasa jengkel, marah, sedih, namun kehilangan semangat dan tak berdaya.
Suasana kehidupan dalam kebudayaan meterialistis yang semakin menonjol mengarahkan kehidupan manusia pada persaingan yang tajam, yang sacara otomatis meningkatkan gejala stres dalam kehidupan seseorang (E.P Gintings, 1999). Persaingan tersebut selalu bekaitan dengan sesuatu dalam diri menusia yang disebut ‘potensi’. Manusia memerlukan potensi untuk memenangkan persaingan tersebut, namun potensi tersebut dapat berkembang dan sebaliknya dapat mengecil.
Semakin berat beban hidup yang dipikul oleh seseorang makin banyak ‘luka perasaan’ dan ‘kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi’ di dalam diri seseorang, maka potensi masusia itu akan semakin mengecil (E.P Gintings, 1999). Hal tersebut dapat membuat potensi semakin mengecil karena semakin banyaknya luka perasan seseorang semakin membuat seseorang tidak dapat mengeluarkan potensi yang dimilikinya dengan maksimal. Sebaliknya jika beban-beban kebutuhan hidup itu tersalurkan, maka potensi yang bersangkutan semakin kuat dan berkembang (E.P Gintings, 1999).
Manusia yang banyak mendapat tekanan maka potensinya akan semakin menurun, turunnya potensi orang tersebut bisa jadi mempengaruhi kesempatannya untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Maka dapat disimpulkan bahwa turunnya potensi ini dapat menjadi salah satu sumber stres yang terjadi pada pada para fresh graduate.
Cara mengatasi stres…?
Stres yang hanya sesekali terjadi hanya berakibat kecil pada diri kita, namun dalam situasi masyarakat sekarang yang penuh dengan ketegangan, stres dapat datang secara meluas sampai jangka waktu yang lama hingga dapat berakibat fatal. Karena itu kita perlu mencari, memahami, serta menerapkan strategi untuk mengatasi stres yang cocok dengan diri.
Jika anda merasa menjadi salah satu dari para fresh graduate yang juga membutuhkan beberapa pilihan strategi untuk mengatasi stres, maka di bawah ini terdapat beberapa pilihan strategiyang munkgin dapat anda pilih.
- Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan
Tidak tahu apa yang ingin anda lakukan setelah lulus kuliah dapat membuat anda menjadi stres (Richard Carlson, 2003). Mungkin anda ragu untuk menentukan pekerjaan apa sebenarnya yang memang anda inginkan. Walaupun pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari keluarga anda dapat membuat stres, yakinlah bahwa anda tidak sendiri. Memang terdapat beberapa orang yang langsung mendapatkan pekerjaan, namun tidak semuanya demikian. Bila anda masih mempertimbangkan pekerjaan apa yang paling cocok dengan anda, itu bukanlah hal yang salah. Terkadang terburu-buru memilih berkarier malah bisa menjadi sebuah masalah. Gunakanlah waktu kosong anda untuk mengitrospeksi diri agar dapat mengambil keputusan yang tepat bukanlah cepat. Hal ini tidak akan membuang waktu anda tetapi membantu anda untuk mempersiapkan masa depan. - Abaikan komentar negatif dari teman dan keluarga
Sering kali anda merasakan keluarga dan teman-teman memberikan komentar yang negatif tentang anda, tentang kegagalan anda, ataupun yang lainnya. Abaikan saja komentar negatif dari mereka karena anda adalah orang yang tahu seberapa besar kemampuan anda sebenarnya, dan bila anda terus memikirkannya dapat membuat anda semakin stres. Jangan terpancing untuk betengkar dan membela diri karena hal itu akan menimbulkan ketegangan diantara kalian yang sebenarnnya tidak anda butuhkan. Anda mungkin juga tidak akan dapat meyakinkan mereka bahwa mereka salah, karena itu bersikaplah tenang. Tetapi satu hal yang harus anda perhatikan adalah bahwa anda yakin komentar tersebut benar-benar komentar yang negatif, bukan nasihat yang sebenarnya dapat membantu anda tetapi terdengar negatif atau menyindir bagi anda. - Cobalah pekerjaan sementara atau sukarela
Pekerjaan sementara adalah tempat yang cocok untuk mencari pengalaman di dunia kerja. Walauwpun pekerjaan yang akan anda lakukan mungkin hanyalah pekerjaan yang sepele, namun hal tersebut mengajari anda untuk bertanggung jawab sebagai seorang karyawan. Selain itu, anda dapat mengamati segala aspek pekerjaa sehingga anda dapt menyadari jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan anda.
Jangan pernah merasa sia-sia untuk melakukan pekerjaan sukarela, karena dengan hal tersebut anda dapat membangun relasi dalam serikat pekerja, selain itu bukan hanya menambah pengalaman anda tapi juga dapat menjadi tambahan yang sangat bagus dalam CV anda.Bila anda belum mendapatkan pekerjaan, pertimbangkanlah kedua pekerjaan ini, karena ini merupakan cara yang jitu untuk melangkahkan kaki masuk ke dunia kerja. - Jangan takut untuk meminta nasihat
Nasihat-nasihat orang yang telah berpengalaman sangat dibutuhkan, karena anda perlu tahu bagaimana membuat CV dengan benar, di mana anda harus mencari pekerjaan, bagaimana anda harus bersikap saat wawancara, hal apa asaja yang biasa ditanya saat wawancara, bagaimana cara menjawab pertanyaan tersebut, dan lainnya. Cara yang paling mudah untuk mendapatkan nasihat adalah dengan memintanya kepada mereka yang telah berpengalaman. Nasihat-yang datang pada anda dapat mengurangi stres dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, karena bila anda memilih untuk memikirkannya sendiri maka bisa saja terdapat terlalu banyak pilihan di depan anda dan hal tersbut malah membuat anda bingung, letih dan kemudian stres. Karena itu, ajaklah seseorang untuk berbagi beban, kemudian mintalah nasihat bila orang tersebut memang lebih berpengalangan. - Jangan teobsesi dengan CV anda
CV merupakan hal yang penting bagi siapa saja yang akan memberi anda pekerjaan, karena di dalamnya tercantum segala bentuk prestasi dan keterampilan yang telah anda miliki. Menyusun CV dapat membuat anda stres kerena mungkin anda merasa bahwa CV tersebutlah yang akan mencerminkan diri anda. Membaca CV adalah pekerjaan yang subjektif, jadi anda tidak akan bisa menebak apa yang ada dipikiran orang yang membaca CV anda. Karena itu anda tidak perlu mengkhawatirkan CV anda, cukup dengan memikirkan hal-hal yang membuat anda bangga dimasa kuiah, mata pelajaran kuliah yang paling anda kuasai, proyek-preoyek terbaik anda, serta kegiatan ekstrakulikuler yang anda ikuti. Setelah itu tuliskanlah semua yang anda ingat, prestasi dan keterampilan anda. - Membentuk jaringan kerja
Mungkin sebenarnya anda adalah orang dipenuhi denagn segala talenta, namun tidak ada kesempatan bagi anda untuk menunjukkannya. Seseorang akan merasa lebih senang bekerja dengan orang yang mereka kenal, karena itu mencari karyawan malalui rekomendasi, referensi, atau teman dari teman yang lain akan terasa lebih mudah daripada seorang atasan harus menilai seseorang hanya dari CV.
Anda bisa memulai jaringan tersebut dari rumah anda sendiri. Bisa dimulai dari ayah, ibu, saudara kandung, kemudian saudara jauh, teman, atau mungkin tetangga anda. Memperoleh pekerjaan dengan jalan tanpa jaringan adalah bagus, namun mendapatkan pekerjaan melalui jaringan ternyata pada kenyataanya menjadi lebih realistis (Richard Carlson, 2003). Bila anda memiliki peluang untuk dikenalkan pada seseorang dalam bidang anda, maka gunakanlah kesempatan itu. - Jangan bandingkan kemajuan anda dengan kemajuan orang lain. Mungkin teman anda mendapatkan pekerjaan yang bagus sacara langsung setelah lulus kuliah, atau munkgin teman anda langsung mendapatkan gaji yang besar unutk ukuran fresh graduate. Jangan pusingkan itu. Memandang teman anda sebagai saingan yang terlalu tinggi dapat menimbulkan ketegangan dan kepicikan (Richard Carlson, 2003). Karena itu berkonsentrasilah pada kemajuan anda, dan jangan memusingkan kenyataan bahwa teman anta berada diatas anda. Pikirkanlah bahwa anda harus berusaha agar segala hal yang anda lakukan akan berada di atas teman anda.
- Yakinlah bahwa akan selalu ada lowongan kerja untuk anda
Anda harus yakin bahwa ketika anda tidak mendapatkan sebuah pekerjaan, bukan berarti anda tidak akan mendapatkan pekerjaan berikutnya. Jangan berpikir bahwa anda telah kehilangan peluang, karena mungkin setelah anda merasa gagal dalam sebuah wawancara, wawancara berikutnya telah menunggu anda. Karena itu tidak ada waktu bagi anda untuk putus asa dan tidak yakin pada diri anda sendiri. Katakanlah pada diri anda dengan penuh keyakinan bahwa peluang berikutnya akan lebih baik. - Hadapi kesulitan dengan tabah
Kehidupan setelah lulus memang merupakan sebuah peralihan dari mahasiswa manjadi anggota dalam kehidupan nyata yang tak jarang membuat seseorang menjadi stres, sakit kepala, dan adanya keraguan diri (Richard Carlson, 2003).. Namun alat terkuat anda setelah lulus untuk hidup dalam dunia nyata bukanlah CV ataupun koneksi, tetapi diri anda sendiri dan sikap anda dalam menghadapi segala hal. Keyakinan, tekad dan kemampuan yang anda milikilah yang akan menemani anda melewati sagala hal yang ada. Bawalah diri anda sendiri pada kehidupan yang anda impikan, dan jangan biarkan stres menghancurkan hidup anda.
By Nurul Margi Astuti
DAFTAR PUSTAKA
Gintings, E.P . (1999). Mengatasi Stres dan Penangglangannya. Yogyakarta: YayasanANDI
Cooper, Cary & Alison Straw.(1995). Stress Management yang Sukses. Jakarta: Kesaint Blanc Indah Corp.
Carlson, Richard. (2003). Don’t Sweat Guide For Graduates. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Dapatkan Tips Seputar Masalah Stres! Masukanlah Nama dan Alamat Email Anda! Kami Akan Mengirimkannya Kepada Anda. Gratis!
