Posted in: Indonesian Articles
Stres,satu kata yang familiar bagi Anda bukan? Apakah anda sering mengalami stres? Stres sepertinya pernah dialami oleh siapapun. Entah yang tua ataupun yang muda, entah yang miskin atau yang kaya. Bahkan seorang bayi kecil yang ingin keluar dari rahim ibunya pun mengalami stres untuk pertama kali sebelum ia bertemu dengan dunia. Ia berjuang keras untuk dapat keluar dari rahim ibunya. Lansia juga dapat mengalami stres. Seorang nenek dapat mengalami stres karena ajalnya yang semakin mendekat. Seorang pengusaha muda dapat mengalami stres jika melihat indeks saham yang berubah-ubah sepanjang waktu. Remaja wanita juga mengalami stres jika datang bulan. Hal ini membuktikan bahwa stres memang sudah menjadi bagian hidup dari manusia. Stres tidak dapat Anda dihindari. Oleh karena itu, Anda-lah yang seharusnya mengkontrol stres yang datang di kehidupan Anda.
Apakah Stres Itu?
Stres dapat berarti suatu hal yang menekan kita. Stres juga dapat diartikan sebagai reaksi tubuh kepada lingkungan melalui meningkatnya tekanan internal tubuh dan tegangan antara otot tubuh. Stres yang terjadi dalam durasi yang lama dapat mendatangkan penyakit dalam tubuh. Selain penyakit, stres juga dapat mencuri kebahagiaan yang Anda miliki dalam hidup ini. Apabila Anda menjalani hidup dengan ketidakbahagiaan, tentunya hidup akan terasa lebih sulit.
Stres seringkali dikenal sebagai sesuatu yang mesti dihindari, karena membuat seseorang merasa tidak nyaman. Stres seringkali dianggap mendatangkan hal yang bersifat negatif. Demikianlah, arti stres bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, jika Anda melihat lebih dalam lagi, sebenarnya stres tidaklah selalu bersifat negatif bagi hidup Anda. Stres bersifat negatif jika menyebabkan sistem tubuh Anda terganggu, melebihi kemampuan Anda untuk menangani stres itu sendiri, serta menimbulkan masalah pada tubuh Anda. Stres yang negatif disebut distress (Girdano, 2005). Eustress atau stres yang positif adalah stres yang menyebabkan Anda beradaptasi dan meningkatkan kemampuan adaptasi Anda. Eustress juga dapat memperingati Anda jika kemampuan Anda dalam mengangani stres sudah tidak mencukupi sehingga Anda dapat meningkatkan kemampuan coping Anda. Intinya, eustress menantang Anda untuk hidup lebih baik lagi.
Stres yang Anda alami dalam kehidupan, baik itu stres positif atau negatif, tidak dapat dihindari. Yang dapat anda lakukan adalah mengenali respon stres anda, mencari sumber stres (stressor) anda, melakukan coping strategies (menangani stres), serta mengulanginya dalam kehidupan anda sehari-hari. Dengan melakukan keempat tindakan tersebut, maka anda dapat mengatur stres Anda dengan jauh lebih baik serta menjalani hidup dengan lebih bahagia.
Ketika Stres Mendatangi Anda
Pernahkah Anda merasa badan Anda tiba-tiba berkeringat dingin, lidah Anda menjadi kelu, serta jantung Anda berdebar-debar saat Anda melakukan presentasi di depan banyak orang. Mungkin ketiga tanda tersebut merupakan stres yang Anda alami. Untuk dapat menangani stres secara lebih baik, Anda perlu mengenali reaksi Anda terhadap stres, sehingga Anda dapat memilih coping strategies mana yang dapat Anda lakukan.
Reaksi diri terhadap stres dapat dilihat dari empat tanda, yaitu fisik, kognitif, emosi, dan tingkah laku. Reaksi stres yang dapat dilihat melalui fisik adalah gagap dalam berbicara (sulit untuk bicara), detak jantung meningkat, kepala pusing, badan gemetaran, muntah-muntah, kesulitan bernafas, kelelahan yang berlebihan, serta kesulitan tidur.
Secara kognitif, reaksi stres yang muncul adalah berkurangnya konsentrasi, mudah lupa, munculnya pandangan yang negatif terhadap diri sendiri, kreativitas menurun, serta hilangnya kontrol pada diri sendiri.
Sedangkan secara emosi, reaksi stres yang muncul adalah mudah cemas, cepat tersinggung, mudah marah, depresi, penatikan diri pada lingkungan sosial, mudah menangis, menurunnya rasa percaya diri, serta munculnya pandangan negatif pada diri dan orang lain.
Dilihat dari tingkah laku, reaksi stres yang terlihat adalah tidak sabar, menjadi ceroboh, nervous laughter, menarik diri dari lingkungan sekitar, merokok, penurunan dan peningkatan nafsu makan, pemakaian obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol, serta munculnya tingkah laku yang bersifat agresif seperti mengemudikan mobil dengan kecepatan sangat tinggi.
Penyebab Stres Anda
Penyebab stres (stressor) anda dapat datang dari sudut kehidupan manapun. Kejadian kecil dalam hidup anda pun dapat menjadi sumber stres yang membuat hidup anda hancur. Peran anda disini adalah bagaimana anda menyusun alur berpikir dan emosi anda dalam menghadapi segala sesuatu hal yang muncul dalam kehidupan anda. Kejadian yang muncul dalam kehidupan anda sebenarnya bersifat netral, anda-lah yang memegang peranan untuk mengubahnya menjadi hal yang bersifat positif atau negatif. Namun, marilah sekarang kita mengenali aspek kehidupan apa saja yang dapat menimbulkan stres dalam kehidupan anda.
Seperti dikemukakan pada paragraf sebelumnya, stressor dapat datang dari sudut manapun. Stres dapat muncul dari berbagai aspek seperti bioecological (lingkungan), pekerjaan, serta psikososial. Dari aspek bioecological, sumber stres dibagi menjadi empat bagian, yaitu time and body rhythms, eating and drinking habits, noise polution, dan climate and altitude.
Pertama, stres akibat time & body rhythms biasanya terjadi akibat jet lag. Bagi anda yang sering bepergian ke luar negeri yang memiliki jeda waktu yang berbeda dengan Indonesia, hal ini akan menjadi sumber stres sendiri. Biasanya setelah kelelahan akibat naik pesawat selama berjam-jam, anda harus menyesuaikan diri pada lingkungan serta perbedaan waktu yang membuat stres. Bagi para wanita, hormonal time juga dapat membuat stres. Misalnya pada saat sebelum dan saat menstruasi, serta saat menghadapi menopause. Wanita menjadi lebih sensitif serta mudah tersinggung.
Kedua, stres akibat eating & drinking habits. Ada sebagian orang yang mengalami malnutrisi (kekurangan gizi), tetapi ada juga beberapa orang yang mengalami overnutrisi. Hal lain yang dapat menjadi sumber stres adalah terlalu banyak mengkonsumsi junk food, kopi, teh, drugs, serta alkohol. Pengkonsumsian makanan yang berbahaya ini kadang membuat stres bagi banyak orang karena dapat menimbulkan penyakit pada diri mereka.
Ketiga, stres akibat noise polution. Gangguan suara seringkali terjadi pada anda yang tinggal di kota-kota besar. Disana aktivitas perkantoran, perindustrian serta kemacetan lalu lintas seringkali menimbulkan suara yang bising. Suara ini seringkali mengganggu konsentrasi kita dalam mengerjakan sesuatu dan membuat stres bagi kebanyakan orang. Bagi orang-orang yang menyukai suasana tenang, noise polution dapat menjadi salah satu penyebab stres utama dalam kehidupannya.
Terakhir, stres akibat climate & altitude. Stres in terjadi biasanya karena adanya perubahan iklim. Misalnya bagi anda yang senang mendaki gunung, seringkali pergantian cuaca yang ekstrim dapat menimbulkan hyperthermia. Bagi anda yang senang bepergian ke negara-negara bagian Barat, seringkali suhu udara yang dingin membuat kita tidak nyaman akan diri kita sendiri.
Selain dari aspek bioekologi, stressor dapat muncul dari pekerjaan. Seseorang dapat mengalami stres pada pekerjaan yang berasal dari organisasi itu sendiri, lingkungan pekerjaan, faktor biologis pada lingkungan pekerjaan, serta kelelahan pribadi. Anda tentu dapat mengalami stres jika memperoleh gaji yang tidak sesuai dengan kemampuan anda, entah gaji anda kecil atau besar. Selain itu, jam kerja yang rutin juga dapat menimbulkan kebosanan bagi beberapa orang sehingga menimbulkan stres jika tidak diatasi dengan baik.
Stres juga dapat bersumber dari aspek psikososial. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita, dapat menjadi salah satu sumber stres. Misalnya ketika kita masuk kuliah pada hari yang pertama, pindah rumah, menikah, melahirkan seorang anak, dsb, merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup kita dan dapat mengakibatkan stres.
Remaja juga memiliki sumber stres mereka sendiri. Keadaan keluarga, tuntutan dari lingkungan sekitar, persahabatan, masalah self-esteem, sampai masalah percintaan dapat menimbulkan stres di kalangan remaja.
Coping with Your Stress
Setelah anda mengenal reaksi stres pada diri anda serta sumber stres anda maka langkah selanjutnya adalah mengatasi stres itu sendiri. Stres tidak dapat kita hindari, yang dapat kita lakukan adalah mengenali reaksi stres kita, sumber stres tersebut, serta mengoptimalkan stres anda. Ini adalah langkah terakhir untuk mengatasi stres sekaligus merupakan langkah terpenting.
Secara umum, terdapat dua cara untuk mengatasi stres anda, yaitu problem focus dan emotion focus. Problem focus, adalah cara mengatasi stres dengan memfokuskan diri pada masalah atau sumber stres anda. Cara ini dapat anda lakukan jika masalah yang anda alami bersifat controllable. Contohnya, anda mengalami kesulitan dalam mengikuti suatu mata kuliah tertentu. Anda juga khawatir apabila mata kuliah ini akan menurunkan indeks prestasi anda. Maka hal yang dapat anda lakukan (berdasarkan problem focus) adalah tidak mengikuti dan membatalkan mata kuliah tersebut.
Cara yang kedua adalah emotion focus, dimana anda mengatasi stres dengan cara memfokuskan diri dengan emosi yang anda alami. Cara ini biasanya dilakukan ketika anda menghadapi masalah yang bersifat uncontrollable (tidak dapat anda kontrol). Contohnya ketika anda merasa stres akibat kehilangan saudara karena bencana tsunami, hal yang dapat anda lakukan misalnya berdoa agar diberikan kekuatan oleh Tuhan dalam menghadapi masalah ini. Kedua cara tersebut, problem atau emotion focus, sebenarnya tidak ada yang lebih baik. Cara tersebut dapat anda lakukan tergantung pada masalah apa yang anda alami.
Humor, A Way to Cope with Stress
Dalam mengatasi stres, anda dapat memiliki berbagai pilihan aktivitas. Anda dapat mengambil cuti beberapa saat dan menghabiskan liburan bersama keluarga. Anda dapat melakukan meditasi atau yoga. Anda dapat berolahraga atau melakukan hobi anda yang lain.
Salah satu cara terbaru yang ditemukan oleh para ahli dalam mengatasi stres adalah dengan tertawa. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, orang dewasa lebih sedikit tertawa dibandingkan dengan anak-anak. Anak-anak dapat tertawa sebanyak 400 kali dalam satu hari, sedangkan orang dewasa hanya 15 kali. Mengapa kita jarang sekali tertawa padahal tertawa bukanlah suatu hal yang sulit?
Orang dewasa jarang tertawa mungkin disebabkan karena masalah yang dihadapi semakin banyak, sehingga menimbulkan stres. Selain itu, media massa yang ada lebih banyak menyediakan berita mengenai hal-hal yang buruk. Kematian, pembunuhan, perceraian, sepertinya menjadi makanan kita sehari-hari. Tak heran, kita lebih sedikit tertawa dibandingkan dengan anak-anak. Oleh karena itu, marilah kita lebih mengenal keuntungan yang muncul jika anda tertawa.
Ketika anda tertawa, tidak saja membuat anda terlihat lebih segar tetapi juga berpengaruh pada sistem tubuh anda. Ketika anda tertawa, otot tubuh anda menjadi lebih santai. Hal ini tentu saja memiliki efek yang baik bagi anda yang sedang mengalami stres. Selain itu, dengan tertawa tubuh anda dapat mengurangi hormon stres. Perlu anda ketahui bahwa tubuh anda mengeluarkan hormon neuroendocrine ketika anda sedang stres. Sebaliknya ketika anda tertawa, tubuh anda mengurangi hormon tersebut sehingga tubuh anda akan terasa lebih rileks.
Selain itu, ketika anda sedang stres, sistem imun tubuh anda menjadi lemah. Anda akan lebih mudah terkena penyakit, yang justru kadang menimbulkan stres baru. Oleh karena itu, banyaklah tertawa mulai saat ini. Keuntungan lain yang anda peroleh dengan tertawa adalah anda dapat meningkatkan hubungan anda dengan orang lain. Orang lain tentu akan lebih menyukai berhubungan dengan orang yang tertawa daripada orang yang selalu menampilkan wajah sedih. Oleh karena itu, marilah kita banyak tertawa mulai saat ini. Kesehatan anda akan membaik, hubungan anda dengan orang lain juga meningkat, dan satu hal yang penting stres anda dapat menurun. So, remember to have a lot laugh today!
By Hannakhe Putri
DAFTAR PUSTAKA
Girdano, D.A. (2005). Controlling Stress and Tension (7th ed). San Fransisco: Pearson Education, Inc.

