Mengenali Stres | Mengelola Stres | Mengatasi Stres
I am 21 years old…I’m afraid.. | All About Stress.com stress, stres, about stress, mengenali stres, mengatasi stres, mengelola stres, stress relief, stress reduction, stress management
Informasi untuk mengenali, mengelola dan mengatasi stres dengan baik
April 13th, 2008 at 11:50 am
Posted By: webmaster
Posted in: Indonesian Articles

Stres Pada Remaja Perempuan “Happy Birthday Nina….wow udah 21 tahun nih ya…udah besar donk”. “21 tahun? Wah udah boleh nih…siapa calonnya?”. “Selamat yah sekarang udah 21 tahun…semoga enteng jodoh..”. “Nak, kamu udah 21 tahun, sekarang udah waktunya kamu membuat rencana untuk hidup kamu ke depan. Waktu itu ibu menikah seusia kamu loh”. 
            
Apakah kamu seorang wanita berumur 21 tahun? Apakah pernyataan-pernyataan di atas pernah dilontarkan kepada kamu? Atau tanpa disadari sudah banyak temanmu yang menikah atau setidaknya menemukan pasangan yang sempurna dan kamu mulai menimbang-nimbang ke arah-arah pernyataan di atas?

Ulang tahun ke 17 adalah ulang tahun yang sangat ditunggu-tunggu dan tidak akan pernah dilupakan oleh sebagian besar para gadis karena disinilah orang akan mengatakan, “selamat yah kamu adalah gadis yang cantik” (penekanan pada kata gadis). Di ulang tahun ke 17 mama dan papa akan menyelenggarakan pesta ulang tahun yang luar biasa meriah, mengundang teman-teman, kue ulang tahun yang sama tingginya dengan kue pernikahan, dan sangat tak terlupakan karena kita adalah seorang putri selama satu hari, semua perhatian tertuju kepada kita. Keesokan harinya kita jalan-jalan bersama teman-teman satu geng, malam minggu seorang laki-laki ganteng akan menjemput kita dari rumah untuk kencan, mama dan papa pun masih sepenuhnya membiayai hidup kita dan satu-satunya yang serius harus dipikirkan adalah pelajaran di sekolah, belum ada tuntutan menikah, belum ada tuntutan untuk bekerja, dan belum ada masalah serius dengan pacar..macem-macem sedikit…putus…           

Ulang tahun ke 21 tidak jauh berbeda dengan ulang tahun kita yang ke 17 yaitu sangat ditunggu-tunggu namun mungkin sangat ingin juga dilupakan oleh sebagian besar perempuan karena pada kenyataannya kita bukan lagi seorang gadis remaja yang bebas karena disadari atau tidak kita sudah mulai terikat oleh berbagai harapan dan tuntutan
orang tua, keluarga, dan lingkungan . pada hari inilah untuk pertama kalinya orang akan mengatakan, “selamat yah kamu adalah seorang WANITA sekarang” (penekanan pada kata wanita).

Apa sebenarnya tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan itu?
“Nina, kapan kamu selesai kuliah? Papamu udah pensiun loh. Ingat! Mama dan papa harus masih membiayai adikmu”.
Jika sekali atau dua kali kita dengar tidak akan menjadi masalah namun bila selalu diingatkan dan terkadang pada waktu-waktu yang tidak tepat seperti lelah, ngantuk karena begadang mengerjakan tugas, kalimat ini menjadi sangat menyebalkan. Di keluarga kita terus menerus dituntut sedangkan di tempat kuliah pun kita dihadapkan pada tugas-tugas dan pelajaran-pelajaran yang tak terhingga jumlahnya.
 “Kamu kok udah nggak merhatiin aku sih? Kapan kita jalan bareng? Kamu udah ga sayang sama aku ya? Atau kamu udah punya yang lain?”.  Untuk masalah yang satu ini, terkadang kita patut merenungkan apakah lebih baik tidak memiliki pacar? Jadi, tidak ada tuntutan tambahan, tapi…siapa yang akan menjadi teman curhat kita? Siapa yang menjadi pengisi dalam kekosongan hati kita? Atau kita tetap mempunyai seseorang yang mengisi kekosongan hati tersebut tetapi tidak lepas dari masalah-masalah yang akan dihadapi oleh kedua pasangan yaitu berantem rutin misalnya gara-gara salah satu telat pada saat janjian, curiga-curigaan, sakit hati, tuntutan perhatian dari pasangan, dan rutinitas berantem lainnya. Punya atau tidak punyanya pasangan ternyata menjadi masalah. 

“Kamu sudah harus memikirkan siapa yang menjadi pasangan hidup kamu. Umur-umur kamu bukan lagi umur-umur untuk cinta monyet tetapi umur-umur untuk serius karena pacar bukan saja pelengkap tetapi kebutuhan. Siapa yang menjadi pacar kamu pada umur ini biasanya dialah pilihan kamu” . Waduuu…..uuuuuuhhhhhhhhhhhhhh!!?? boro-boro kawin, punya aja belom???????!!!!! Atau “gue kan belom serius-serius amat sama dia dan kayaknya sih emang bukan dia pilihan gue, tapi nanti dulu deh. Gimana sih mama, masa udah harus mikirin kawin. Nanti dulu deh… kayaknya banyak yang pengen gue raih sebelum gue nikah. Kok enggak ada yang ngertiin gue sih?           

Kira-kira itulah masalah-masalah utama yang ada pada kita, wanita, disamping masalah-masalah lain seperti tuntutan untuk bisa masak, mencuci baju, membersihkan rumah, nyeri haid, alergi-alergi lainnya, tuntutan sopan santun yang harus dimiliki seorang wanita, ancaman kriminalitas, dll. 

Tidak jarang karena masalah-masalah dan tuntutan-tuntutan ini kita menjadi tidur tidak teratur karena memikirkan omongan-omongan orang, jerawat semakin banyak, haid tidak teratur, penurunan prestasi akademis di sekolah, rendah diri, menjauh dari keluarga terutama dengan ibu, sulit konsentrasi pada tugas atau pekerjaan, menghindari lawan jenis atau justru sangat agresif terhadap lawan jenis yang penting punya pacar, dsb, mengapa bisa demikian akibatnya? Satu jawaban yaitu STRESS. Stress adalah keadaan psikologis dimana tidak adanya keseimbangan atau kesamaan antara persepsi individu terhadap tuntutan terhadap dirinya dengan kemampuannya menjalankan tuntutan tersebut (Cox, 1978).  

“Gue sayang banget sama cowok gue tapi nyokap gue ga suka sama dia karena dia berasal dari suku bangsa yang nyokap gue enggak suka. Nyokap gue mau gue dapet yang udah kerja dan udah mapan, bersuku bangsa yang sama dengan gue..”.”dia udah 5 tahun jalan sama gue, gue percaya kok dia bisa bahagiain gue…gue sayang sama dia”
Sebenarnya, dari mana saja sih sumber stress itu?
Dalam kasus kita, sumber stres dapat dibedakan ke dalam 2 aspek yaitu personality (diri sendiri) dan psikososial (hubungan dengan lingkungan sosial).

Personality berhubungan erat dengan bagaimana kamu memandang diri kamu Misalnya :  saya jelek, saya bukan wanita tinggi, putih, langsing, berambut hitam panjang, saya tidak menarik, pasti tidak akan ada laki-laki yang suka kepada saya. Karena persepsi diri kamu yang sudah negatif maka berakibat pada tingkah laku kamu yang tidak menghargai diri kamu sendiri.

Psikososial adalah stres yang bersumber dari hasil interaksi kamu dengan lingkungan sosial kamu. Misalnya frustrasi karena kamu merasa didiskriminasikan oleh lingkungan karena kamu tidak cantik, tinggi, putih, dan berambut hitam panjang atau kamu tidak bisa beradaptasi dengan tuntutan-tuntutan yang seketika itu datang kepada kamu saat ulang tahun kamu yang ke 21. semua keinginan orang kamu penuhi baik dari keluarga, teman, lingkungan kuliah sehingga kamu merasa overload (tuntutan yang tidak ada habisnya).

Stres psikososial bisa juga terjadi pada kamu yang kesepian karena walaupun ada mama dan teman-teman lain tapi kerinduan untuk memiliki pacar untuk dipeluk, dicium, diandalkan tidak kunjung datang.

Jadi, tidak heran donk kalo kamu jadi menjauh dari teman-teman kamu hanya karena mereka sudah mempunyai kekasih karena disadari atau tidak persepsi diri kamu yang negatif menimbulkan keyakinan bahwa kamu didiskriminasikan oleh lingkungan kamu, seolah-olah lingkungan mengatakan “yang tidak mempunyai pacar tidak diterima di lingkungan ini karena 21 tahun seharusnya udah punya pacar!!!”. Gals, ini adalah sumber stres kamu.

Apa yang harus kita lakukan ?
Mari kita tinggalkan dulu masalah stres ini terlebih dahulu dan kembali ke permasalahan pokok kita.
Apa yang terpikirkan oleh kamu bila kamu mendengar kata “wanita”? makhluk lemah kah? Seorang pesolek kah? Tinggi? Putih? Ramping?….terlepas dari keadaan fisiknya, mungkin beberapa dari kita akan tertuju pada tokoh-tokoh besar seperti R.A Kartini, Putri Diana, Florence Knightingale, Oprah Whinfrey, atau mungkin ibu kita sendiri. apakah salah satu dari mereka adalah tokoh kebanggaanmu? Apa tujuan hidup mereka? siapa mereka? apa saja tuntutan-tuntutan lingkungan bagi hidup mereka? bagaimana mereka menghadapi tuntutan-tuntutan tersebut? Florence Knightingale, atau wanita pembawa lampu yang oleh Ratu Victoria dianugrahi bros bertuliskan “dilindungilah orang yang baik hati” merupakan satu dari 2 orang yang sangat penting dalam mempengaruhi sejarah Inggris. Pada awalnya Flo tidak diijinkan oleh kedua orang tuanya menjadi perawat karena pada masa itu perawat didiskriminasikan sebagai profesi yang identik dengan pelacur, pecandu minuman keras, dan orang terkucil lainnya padahal Flo adalah anak dari keluarga yang mempunyai status tinggi.

Oprah Whinfrey, pernah mengalami seksual abuse pada waktu umurnya masih belia. Keluarganya miskin, termasuk kaum yang disingkirkan karena warna kulit tetapi sekarang semua orang mengenalnya. Wanita terkaya di dunia dengan acara talk show terlaris dan cukup berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Amerika.

Mengapa kita perlu mengenal tokoh-tokoh ini?
Gals, dimana pun kita, siapa pun kita, dan sampai kapanpun ternyata tuntutan-tuntutan itu akan selalu ada, tapi lihat bagaimana tokoh-tokoh ini mengahadapi tuntutan-tuntutan dalam hidup mereka.

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

  1. Kenali diri kamu
    Ambil selembar kertas berwarna A4 dan tulislah hal-hal positif tentang diri kamu. Stop menjelek-jelekan dirimu sendiri..
  2. Tujuan hidupmu
    Apa sih tujuan hidup kamu? Apa yang ingin kamu capai dalam hidupmu?  Tulis dalam selembar kertas cita-cita kamu langkah demi langkah, kemudian tulis apa saja kelebihan kamu, dan apa saja yang menjadi kekurangan kamu baik eksternal maupun internal. Jabarkan sedetail mungkin dan coba ulas satu-satu bagaimana cara mengatasinya.
  3. Hargai dirimu
  4. Atur jadwal mingguan dimana satu hari kamu sediakan untuk memanjakan dirimu sendiri misalnya cream bath pada hari sabtu, tabungan selama seminggu kamu gunakan untuk belanja keperluan dirimu sendiri.
  5. Setiap pagi pasanglah lagu kesukaanmu yang akan membuatmu semangat atau tempellah foto atau poster tokoh panutan kamu yang bisa membuat kamu semangat.
  6. Bila kamu sudah dapat menjalin hubungan yang baik dengan dirimu sendiri maka kamu tidak perlu lagi takut menghadapi usiamu yang 21 tahun dan tuntutan-tuntutannya. Keluarga adalah aset yang paling berharga bagi kita. Ingat! Apapun yang mereka lakukan mereka mau itu adalah yang paling baik bagi kita, jadi, tidak salah jika tuntutannya banyak.
    Apa yang harus kita perbuat terhadap tuntutan eksternal itu?
  7. Kontrol
    Kamu yang memegang kontrol di sini. Jangan pernah ada seseorang yang menjelek-jelekan kamu atau mengatur hidup kamu tanpa seijin kamu. Kamu yang menentukan apa yang mau kamu dengar dan apa yang tidak mau kamu dengar.
  8. Challenge
    Yakinkan bahwa segala perubahan yang terjadi adalah tantangan bagi kamu untuk semakin maju.
  9. Komitmen
    Kembalilah pada apa yang sebenarnya kamu ingin lakukan terhadap dirimu sendiri. fokus pada komitmen hidupmu.

“Maaf, kawin muda kayaknya bukan tujuan hidup gue deh. Gue masih harus menyelesaikan kuliah gue dan gue mau kerja dan membahagiakan mama dan papa gue dulu”
“Rencananya gue mau nyelesaiin S1 gue waktu umur gue 22, kuliah S2 sampai umur 24, gue masih mau kerja dan berkeliling dunia sampai 28 tahun dan akhirnya gue nikah”
Tidak ada salahnya jika kamu mau memanjakan hidup kamu atau keluarga atau egois sedikitlah dengan tidak nikah dulu dan memikirkan orang lain.

Ada 7 hal yang harus dilakukan oleh wanita khususnya supaya hidupnya berarti menurut LeAnn Weiss dan Susan Duke dalam buku mereka yang berjudul heartlifters for Women yaitu Komitmen, Prioritas, Memberi, Kehormatan, Kesederhanaan, Kepercayaan Diri, dan Iman. So Gals, bersyukurlah setiap kita bangun pagi sebagai bentuk Iman mu kepada yang Maha Kuasa, hargai diri kita sendiri dengan komitmen, prioritas, kehormatan , kesederhanaan, kepercayaan diri, dan hargai orang lain.

“Kita terlahir dengan segala keunikan kita, dengan segala kekurangan kita, kita menjadi semakin maju, dengan segala kelebihan kita, kita saling membantu.
“Kamu adalah dengan siapa kamu bergaul.”

By Anna Oktavina





Dapatkan Tips Seputar Masalah Stres! Masukanlah Nama dan Alamat Email Anda! Kami Akan Mengirimkannya Kepada Anda. Gratis!

:
:

Powered by GetResponse email marketing software

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment