Mengenali Stres | Mengelola Stres | Mengatasi Stres
What is Stress? | All About Stress.com stress, stres, about stress, mengenali stres, mengatasi stres, mengelola stres, stress relief, stress reduction, stress management
Informasi untuk mengenali, mengelola dan mengatasi stres dengan baik

Apa itu stres?Stres tidak selamanya negatif. Ada dua pandangan tentang stres. Jika stres tidak menyenangkan disebut distress. Hans Selye (1974) mendefinisikan distress sebagai: damaging or unpleasant stress. Stress is much the same as a state of anxiety, fear, worry, or agitation. The core of the psychological experience is negative, painful, something to be avoided. Sedangkan stres yang positif disebut eustress yaitu the joy of stress, a phrase some use to emphasize the good that can come from stress (Hanson, 1986).

Stres sebenarnya tidak selalu buruk dan merupakan bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Bahkan stres adalah motivasi yang kita butuhkan untuk aktif karena merupakan suatu energi. Tapi stres bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman jika kita tidak mampu mengelolanya. Saat itu kita mulai mengalami sisi negatif stres. Kita menjadi tertekan (Cholid, N. S, 2004). Dalam hal ini yang diperlukan adalah kemampuan untuk mengelola stres atau stress management. Dua orang ahli mengatakan stress management sebagai berikut:

1. Stress Management atau Pengelolaan Stres (Rice, 1994): 

  • Too little stress is just as bad as too much. 
  • The aim of stress management, then, is not to eliminate stress entirely but to control it so an optimal level of arousal is present (Rice, 1992).

2. Stress Management (Giordano et al.,2005):

  1. Understanding the stress response
  2. Recognition of stressors
  3. Use of stress reduction techniques
  4. Regular incorporation of these into one’s lifestyle

Seorang dapat dikatakan stres atau tidak juga dapat dilihat dari reaksinya ketika mengalami stres, khususnya stres yang negatif atau distres. Apa saja reaksi stres manusia? Berikut adalah tanda-tanda reaksi stres manusia yang meliputi reaksi fisik, emosi, tingkah laku dan kognitif.

PHYSICAL SIGN OF STRESS (tanda-tanda fisik stres)

  • Increased heart rate
  • Pounding heart
  • Elevated blood pressure
  • Sweaty palms
  • Tightness of the chest, neck, jaw, and back muscles
  • Headache
  • Diarrhea
  • Constipation
  • Urinary hesitancy
  • Trembling
  • Stuttering and other speech difficulties
  • Nausea
  • Vomiting
  • Sleep disturbances
  • Fatigue
  • Shallow breathing
  • Dryness of the mouth or throat
  • Susceptibility to minor illness
  • Cold hands
  • Itching
  • Being easily startled
  • Chronic pain

EMOTIONAL SIGN OF STRESS (tanda-tanda emosi dari stres)

  • Irritability
  • Angry outbursts
  • Hostility
  • Depression
  • Jealously
  • Restlessness
  • Withdrawal
  • Anxiousness
  • Diminished initiative
  • Feelings of unreality or over-alertness
  • Reduction of personal involvement with others
  • Lack of interest
  • Tendency to cry
  • Being critical of others
  • Self-deprecation
  • Nightmares
  • Impatience
  • Decreased perception of positive
  • Experience opportunities
  • Narrowed focus
  • Obsessive rumination
  • Reduced self-esteem
  • Insomnia
  • Changes in eating habits and
  • Weakened positive emotional response reflexes.

COGNITIVE SIGN OF STRESS (tanda-tanda kognitif dari stres)

  • Forgetfulness
  • Preoccupation
  • Blocking
  • Blurred vision
  • Errors in judging distance
  • Diminished or exaggerated fantasy life
  • Reduced creativity
  • Lack of concentration
  • Diminished productivity
  • Lack of attention to detail
  • Orientation to the past
  • Decreased psychomotor reactivity and coordination
  • Attention deficit
  • Disorganization of thought
  • Negative self-esteem
  • Diminished sense of meaning in life
  • Lack of control/need for too much control
  • Negative self-statements and negative evaluation of experiences

BEHAVIOURAL SIGN OF STRESS (tanda-tanda tingkah laku dari stres)

  • Increased smoking
  • Aggressive behaviors (such as driving - road rage, etc.)
  • Increased alcohol or drug use
  • Carelessness
  • Under-eating
  • Over-eating
  • Withdrawal
  • Listlessness
  • Hostility
  • Accident-proneness
  • Nervous laughter
  • Compulsive behavior and
  • Impatience.

BAGAIMANA TUBUH BEREAKSI TERHADAP STRES

Peter G Hanson meneliti bagaimana tubuh manusia bereaksi ketika stres. Tubuh manusia dirancang seperti kapal perang. Kadang melawan musuh yang salah – menghadapi stres primer yang hebat (contoh ‘mendorong traktor’). Perhatikan original benefit dan kemunduran kalau dibiarkan mengikuti refleks yang tidak dipikirkan. Berikut disajikan beberapa anatomi tubuh ketika mengalami stres.

1.KORTISON

Original Benefit (O.B):

  • Pelepasan kortison dari kelenjar adrenalin untuk melindungi tubuh dari reaksi alergi.

Kemunduran:

  • Kortison menghancurkan daya tahan tubuh: infeksi, kanker, komplikasi penyakit.
  • Kelenjar limfe pada tubuh mengeriput; respon imun melemah.
  • Kemampuan memerangi pilek berkurang
  • Mengurangi daya tolak lambung terhadap asam lambung: perut kembuh, “maag” dsb.
  • Tulang menjadi rapuh
  • Tekanan darah meningkat karena tertahannya sodium.

2.HORMON TIROID

O.B:

  • Hormon tiroid meningkat dalam darah untuk mempercepat metabolisme dalam tubuh. Tubuh membakar energi lebih cepat dan memberi tambahan tenaga.

Kemunduran:

  • Tidak ada toleransi terhadap udara panas dan jaringan syaraf (cepat kaget).
  • Menurunnya berat badan.
  • Insomnia.
  • Kelelahan/kehabisan tenaga.
  • Orang yang kegemukan bereaksi terhadap stres dengan banyak makan karena secara reaktif berusaha mengatasi tiroid dengan kalori tambahan.

3.PELEPASAN ENDORPIN DARI HIPOTALAMUS

O.B:

  • Serupa morfin, hormon yang menimbulkan “rasa nyaman”.
  • Pembunuh rasa nyeri yang ampuh.

Kemunduran:

  • Stres yang kronis akan menurunkan kadar endorpin: migrain, sakit pinggang, nyeri artritis.

4.PENGURANGAN HORMON SEKS

O.B:

  • Berkurangnya fertilitas

Kemunduran:

  • Libido menurun
  • Mempercepat datangnya manapouse

5.BERHENTINYA KERJA PENCERNAAN

O.B:

  • Darah di dalam otot, jantung dan paru-paru meningkat yang memungkinkan individu bekerja berat karena kekuatan otot.
  • Pada saat kerja pencernaan berhenti:
  1.  
    1. mulut kering untuk menghindari tambahan cairan dalam lambung.
    2. Lambung dan usus mengurangi pengeluaran getah dan gerakannya.
    3. Kandung kemih cenderung kosong untuk mengurangi beban.

Kemunduran:

  • Kalau stres berat, mulut kering sehingga bicara bisa terbata-bata dan berbahaya jika makan (kembung, kram perut dsb).
  • Efek pembuangan: kandung kemih menjadi absolut (buang air terus menerus).

6. PELEPASAN GULA DALAM DARAH

O.B:

  • Suplai tenaga cepat “jarak dekat”, bahan bakar untuk pelari cepat.

Kemunduran:

  • Diabetes meningkat, tuntutan pankreas untuk mendapatkan insulin.
  • Respon stres karena makan makanan yang berkadar gula tinggi lebih buruk karena darah sudah mengandung kadar gula tinggi sebagai respon alami pada stres.
  • Keinginan semu untuk makan makanan mengandung gula: gigi rusak dan kehidupan pankreas jadi sulit.

7.PENINGKATAN KOLESTEROL DALAM DARAH

O.B:

  • Bahan bakar “jarak jauh” setelah lambung selesai bekerja.
  • Mengambil alih peran gula darah yang memasok tenaga ke otot.

Kemunduran:

  • Kronis: kolesterol meningkat, berkumpul dalam urat darah (termasuk arteri koroner, pengerasan arteri, serangan jantung fatal).

8. JANTUNG BERDEBAR-DEBAR

O.B:

  • Membawa lebih banyak darah ke otot dan paru-paru.
  •  Membawa lebih banyak oksigen ke organ-organ tubuh.

Kemunduran:

  • Tekanan darah tinggi – stroke
  • Serangan jantung fatal

9. MENINGKATNYA SUPLAI UDARA

O.B: 

  • Memberi suplai oksigen extra untuk memberi makan pada darah yang menuju para-paru.

Kemunduran:

  • Menghancurkan bila anda perokok atau tinggal dengan seorang perokok karena tidak ada oksigen extra ke paru-paru.

10. DARAH DAN SEKUTUNYA MENEBAL

O.B:

  • Lebih banyak kapasitas untuk membawa oksigen memerangi infeksi.
  • Menghentikan darah dari luka.

Kemunduran:

  • Stroke, serangan jantung/penyumbatan pembuluh darah.

11.KULIT ‘BERKERIPUT’ DAN BERKERINGAT.

O.B: 

  • Sebagai ‘radar’ untuk mendeteksi lingkungan terdekat kita. 
  • Kulit memucat karena darah dialihkan ke jantung, paru-paru dan otot.
  • Dalam keadaan stres, kulit berkeringat akan mendinginkan kulit.

Kemunduran:

  • ‘lepra sosial’ – tangan berkeringat, wajah pucat, ketiak berbecak dsb.

 12. KELIMA INDRA MENJADI TAJAM

O.B:

  • Penampilan mental keseluruhan meningkat.
  • Pupil mata melebar, sehingga lebih ‘awas’ ketika malam hari/keadaan bahaya.
  • Pendengaran lebih tajam.
  • Penciuman dan perasa menjadi lebih sensitif.

Kemunduran:

  • Indra ‘mati’ setelah stres berlebihan: kurang peka pada sekeliling.
  • Jangan melakukan pekerjaan berbahaya ketika dalam keadaan stres berat, karena akan mempengaruhi indra.